Apakah sudah terlambat untuk bercerita tentang bayiku yang alhamdulillah sudah berusia 13 bulan beberapa pekan lalu? Hehe. Banyak sekali aktivitas yang menguras tenagaku kemarin dan baru sekaranglah aku bisa kembali menulis secara real time, bukan mengedit tulisan kemarin.
Aku memutuskan untuk mulai dari hal paling mudah dulu, yaitu membuat catatan perkembangan Uqbah 13 bulan. Si bayiku ini punya banyak tingkah lucu bila dibandingkan bulan-bulan yang telah lewat. Tentunya diiringi dengan tantangan yang bikin gemes!
Perubahan yang paling kentara adalah, Uqbah bukan lagi bayi yang tak mengerti apa-apa. Ketika Ibuku menyuruhnya ‘bersujud’, dia bersujud! Itu cara dia untuk menarik perhatian Kakeknya agar digendong kesana kemari.
Uqbah lengket banget dengan ayahku. Sangat amat clingy daripada kepadaku. Kalau didengarnya suara Ayahku lewat, Uqbah segera merengek meski belum lagi melihat wujudnya. Haha.
Kalau sudah dilihat namun Ayahku tak memperhatikan dia, Uqbah segera menjalankan aksi andalannya: sujud atau mencium lantai. Boleh dibilang Uqbah sedang mengancam sih. Strategi jitu untuk mendapatkan apa yang dia mau, karena siapa sih yang rela membiarkan bayi kecil bersujud?
Aku! Hahaha.
Ancaman Uqbah tidak boleh meruntuhkan pendirianku. Aku tidak mau dikendalikan olehnya, walau tentu ini tak berlaku bila Uqbah membutuhkan aku perihal rasa aman dan kebutuhan fisiknya. Dia nggak pernah begitu sih kalau permintaannya berkaitan dengan rasa lapar dan haus.
Tingkat kebutuhan afeksinya memang lumayan tinggi. Begitu juga dengan rasa ingin tahu yang semakin menjadi-jadi. Uqbah jadi sering nangis karena keinginannya berlawanan dengan keamanan dan ‘kenyamanan’ kami. Syukurnya, Uqbah masih mudah dialihkan. Jadi memang kita perlu menyiapkan sesuatu sebelum menghalangi dia dari keinginannya.
Untuk perkembangan bahasanya, Uqbah baru bisa sebut kata mamma. Tapi itu bukan ditujukan padaku. Hanya saat ingin makan dan minum saja. Walaupun begitu, Uqbah sudah banyak menggunakan bahasa non verbal.
Seperti menunjuk, berjalan menuju tempat keinginannya, menggeleng jika tidak mau, mulai mengangguk bila ingin, dan tentu saja, berteriak + berusaha menggigit bila diganggu. Haha.
Selanjutnya perkembangan fisik motorik ya. Alhamdulillah Uqbah semakin lincah berjalan. Belum begitu ahli menjaga keseimbangan badan ketika putar balik, dikagetkan (tentu saja!), dan bila dikejar haha. Tangannya masih menjadi pusat keseimbangannya.
Sejak memiliki sepatu, Uqbah tambah senang jalan. Sudah lama sebenarnya mau dibelikan sepatu, tapi baru terealisasikan hari ini. Aku yang menolak sih, karena berpikir kebutuhan sensory-nya lebih utama.
Semua perkembangan sudah selesai kurasa. Kalau begitu, yey! Aku berhasil juga menulis 300 kata lebih bermodal cerita perkembangan Uqbah, haha. Sampai jumpa lagi, insyaallah!

