29 Bulan - Start to Have Emphaty

Time sure flies. Ga terasa Ahnaf sudah di pertengahan jalan usia 2 tahun. Sekarang sudah 29 bulan atau 2 tahun 5 bulan. Dan dia punya baaaaanyak kejutan yang membuat hidupku lebih berwarna. :)

Doa agar anak punya empati


1. Berusaha Menghibur

Ahnaf punya kemampuan luar biasa untuk jadi teman dan juga calon suami terbaik. 🀭 Dia mencoba untuk menghiburku yang tersedu sedan karena Abinya sudah berangkat lagi ke Madinah. Saat kukira aku sendirian, Ahnaf datang menghampiriku. Tertegun sejenak melihatku mewek, lalu berkata, 

πŸ‘ΆπŸ» Ummi kenapa sedih? 
πŸ‘©πŸ» Ummi sedih karena Abi ke Madinah, Nak. Ummi juga mau ikut. :( 
πŸ‘ΆπŸ» Gapapa ummi. Besok Abi pulang. (Menatapku penuh keyakinan).
HUHUHU. Hebat banget sih, Nak. Masih baru di dunia, udah berusaha untuk berempati dan menghibur orang lain. MasyaAllah...

2. Memberi Saran yang Masuk Akal

Ada kan ya, biasa, kita punya masalah ini, solusinya malah itu. Nah Ahnaf ini, nggak. Contoh kejadian 4 hari yang lalu, saat aku mengeluh ga bisa keluar karena ada orang yang kerja saluran air di rumah, Ahnaf memintaku untuk pakai jilbab biar bisa keluar dari kamar. 🀭 

3. Belum bisa Mengendalikan Keinginan Buang Air Besar

Apalagi buang air kecil. Kucoba untuk melatihnya toilet training karena Ahnaf sudah bisa bicara, dan ada toilet duduk khusus untuknya. Celana dalam untuk latihan juga sudah siap. 

Sayang, belum berhasil. Iya sih baru sebulan, wkwk. Aku harus lebih sabar dengan najisnya yang kemana-mana. :)

Duh, aku mesti meyakinkan padaku, si Ibu baru. Ahnaf ga pernah sama sekali bermaksud untuk buang air sembarang tempat. Memang dianya saja yang belum bisa kendalikan. Dan mungkin juga, belum cukup berani untuk buang air di toilet.

4. Kewaspadaannya pada Orang Asing Meningkat

Tapi dia menaruh minat pada anak-anak seumurannya. Kalau diajak main duluan, Ahnaf awalnya akan merasa takut dan membangun defense. Tapi, jika sudah diajak main sekian kali, tembok itu akan runtuh juga.

Untuk itulah aku mulai membawanya ke taman kanak-kanak. Dia perlu menguasai wilayah dulu, merasa aman, baru berani bergerak mendekat. Selama 2 hari di TK, Ahnaf sangat anteng memperhatikan aktivitas anak-anak disana. Belum mau diajak main. Malah lebih berani berinteraksi dengan para guru. 

5. Dapat Menceritakan Kembali Apa yang Ia Indra

Aktivitas favorit aku nih dengan Ahnaf. Saat bercerita, dia antusiaaaas sekali. Aku juga jadi semangat dong untuk terus mendorongnya berbicara.

6. Sangat menyukai hobi Abinya

Memancing dan bermain bulutangkis. Entahlah stimulus yang mana membuat dia begitu senang. Dia cuma sekali lihat Abinya main bulu tangkis. Memancing ... yah sekali juga sih. Tapi suka diajak nobar di Youtube. :) Atau bisa jadi bawaan gen, ya? 


7. Punya Kata Favorit: Ikan, dan Adiba

Serius. Sebulan terakhir ini, aku sering banget mendapati Ahnaf yang asyik bicara sendiri lalu tiba-tiba nyangkut ke adiknya, Adiba. "Adiba di Surga", "Adiba ada di kuburan", dan "Adiba sudah mati". Ya Allah, kalimat terakhir suka bikin nyesek. πŸ’”

Entah apa yang membuat dia kepikiran terus dengan adiknya. Out of nowhere banget. Ga ada angin ga ada hujan. :( 

Kalau Ikan sih, masuk akal yaaa. Dia kan suka mancing, pastinya tertarik juga dengan ikan, dong. 

Omong-omong kata pak Ading, apa yang menjadi highlight di pikiran anak, itu adalah kesempatan kita untuk memberinya banyak informasi tentang hal tersebut. Sebab saat itu, dia sedang tertarik, dan informasi lebih mudah tersimpan di memori jangka panjang bila rasa penasarannya kuat, apalagi bila disertai perasaan yang senang.

Eh kalau gitu, aku harus buat dia senang dulu ya, dengan kegiatan toilet training? Ya ampun, baru kepikiran. :) Selama ini pakai urat muluk, huhu. Suka kalah plis lawan jijik yang berakhir marah. :(

8. Berteriak 

Apalagi dengan om kecilnya. Hal sepele di mata kita, bagi Ahnaf adalah masalah besar yang perlu diselesaikan dengan teriakan. :) Kalau diperhatikan, dia akan teriak bila kenyataan diluar ekspektasinya (orang dewasa juga banyak yang seperti ini, wkwk), barangnya termasuk barang milik orang lain dipakai tanpa izin, dan diganggu saat asyik-asyiknya bermain. 

9. Bisa Menggambar Lingkaran

Masih coretan benang berbentuk bundar. Meskipun begitu, alhamdulillah dia sudah bisa berimajinasi tentang apa yang dia gambar. Aku masih suka diminta untuk menggambarkan sesuatu di atas kertasnya, sih. Padahal sudah kusiapkan kertasku sendiri.

Yah, seperti kata pak Ading (lagi), ketika anak menggambar, sebaiknya kita tidak menginterupsi dengan gambar kita di kertasnya, lebih-lebih memberikan kritik pada gambarnya tersebut. Lebih baik menggali apa yang dia gambar, dan bersama-sama menyebut warnanya.

10. Sangat Mempertahankan Miliknya

Alias tidak mudah berbagi. Aku pernah baca informasinya di salah satu artikel, kalau toddler yang tidak ingin berbagi, itu artinya mereka sedang mengembangkan konsep pertahanan. Konsep ini sangat penting sebelum mulai belajar berbagi. Melalui keegoisan, anak belajar menjaga apa yang dia anggap miliknya.  

Namun tetap saja ya, pelan-pelan diajak berbagi. Sampaikan kalau ada yang ingin meminjam barangnya. Boleh tidak? Kalau anak ga mau dan itu adalah miliknya sendiri,  yasudah jangan dipaksa. 

Kecuali itu bukan milik dia. Merebut barang orang lain kan bukan tindakan etis. Aku ga punya cara yang lebih mudah selain berusaha melepas barang itu dari tangan Ahnaf sembari mengajaknya melakukan hal lain, atau mengajarkannya cara yang benar jika menginginkan milik orang lain. Seringnya sih berakhir tangisan. Entah Ahnaf yang nangis atau yang punya barang menangis. Kalau sudah begini, kupeluk saja sampai tenang.

11. Ga Takut Gelap Lagi

Pencapaian banget sih. Hahah. Dulu suka drama tiap mau tidur. "Ga mau matiin lampu, nyalakan!" Dan Abinya kembali menyalakan lampu. 

...
Duh, jadi kangen dia :)))) 

Begitulah, karena tiap malam lampu dimatikan, Ahnaf tidak takut lagi. Sudah terbiasa.

Okay, selesai sudah catatan perkembangan Ahnaf di 29 bulannya ini. Alhamdulillah bini'matihi tathimmushshaalihaat.
Back to Top