Prompt: Apa permen favorit Anda?
Ah baru kemarin aku makan permen Kopiko yang sudah lama nganggur di atas meja makan. Alhamdulillah, permennya belum lengket. Aromanya masih, hummm… pekat. Dan pas masuk di mulut, wah, memori masa kecilku dengan nenek kembali berputar.
Nenekku dulu, suka makan permen Kopiko. Di mobil, di bank saat mengantri, di pasar sentral saat menunggu penjual mengambil barangnya, nenek akan membuka tas tangannya yang besar dan mengeluarkan sebungkus permen Kopiko.
Meski masih kanak-kanak, nenek mau memberiku permennya juga. Hm, rasanya enak! Pertama kali memakannya, aku ingat aku segera jatuh cinta dengan kopi. Manisnya pas! Masih ada hint pahit yang tipis dengan aromanya menenangkan syaraf, haha.
Sejak saat itu, kopi sudah menjadi minuman pilihanku di kantin sekolah. Permen yang paling sering kuterima dengan senang hati hanya Kopiko. Tidak ada permen yang bisa menyainginya bahkan permen kopi susu sekalipun.
Bagaimana mungkin rasa Kopiko terus memelukku hingga sedewasa ini? Dia telah membawa rasa dan kenangan yang tidak akan tergantikan. Saat nenek masih muda, ketika beliau selalu membawaku pergi berjalan-jalan. Ke pasar, mall, bank, toko kacamata, toko emas, toko reparasi tas, tempat hiburan seperti Ancol dan Dufan, kebun binatang, aquarium, bahkan sekedar berjalan kaki untuk olahraga.
Aku rindu.
Aku amat rindu saat aku masih kanak-kanak. Selain merindukan kekuatan dan kesehatan mental nenek, aku juga rindu pada orangtuaku yang sering berpergian. Mereka memang sibuk, tapi setelah itu mereka benar-benar hadir menemaniku dan adik-adik.
Ada buah tangan yang diberikan ayahku ketika pulang dari bertugas di daerah. Ada rasa sayang yang ibuku berikan bila kembali dari tempat kerjanya. Sedang aku di rumah bersama adik, Tante dan nenek buyut.
Dari permen, kenangan masa kecil terputar tanpa perlu ku setel. Semuanya mengalir begitu saja membawa perasaan bahagia.
Ya Allah, terimakasih telah memberiku keluarga yang hadir dalam menyayangi anak-anaknya. Selanjutnya giliran aku dan suami yang membawa tongkat estafet ini menuju garis finish dengan selamat. Kuharap, kami bisa meninggalkan kenangan menyenangkan yang akan menguatkan mereka ketika hidup terasa berat.

