Tentang Zat Besi, Cara Mengolah MPASI dan MSG #2

Judul yang panjang, hahaha. 

Melanjutkan postingan kemarin, kali ini tentang zat besi yang diperlukan bayi. Untuk usia 6-12 bulan: 7-11 mg/hari, dan 12-23 bulan 7 mg/hari. Sumbernya:

1. Hati ayam 85 gr/hari

2. Daging sapi cincang

3. Bayam

4. Brokoli

5. Daging kambing

6. Daging bebek

Catatan berikutnya yang baru aku tahu adalah garam himalaya itu tidak direkomendasikan untuk MPASI karena yodiumnya hampir tidak ada. Meanwhile di sosmed bertebaran prinsip garam dapur adalah musuh anak dan sebagai gantinya garam Himalaya menjadi bintang primadona dengan harganya di luar Jabodetabek nggak masuk akal. Hemmm.

Untuk pengolahan MPASI, MPASI yang sudah berada di suhu 32 derajat selama 1 jam lebih, harus dibuang. Kecuali bila disimpan segera dalam kulkas dengan suhu dibawah 6 derajat lalu dipanaskan dengan suhu 70 derajat. Pemanasan MPASI hanya boleh 2 kali karena lebih dari itu, bakteri dapat tumbuh lebih subur.

Daging dan telur yang sudah dimasak dan dihaluskan, dapat bertahan dalam kulkas bersuhu kurang dari 5 derajat selama 1 hari. Sedangkan buah dan sayur yang sudah disaring dapat bertahan 2-3 hari.

Makanan beku yang dicairkan menggunakan microwave harus segera dimasak, tidak boleh dibekukan kembali.

Bersihkan kulkas secara teratur dengan air dan sabun.

Ternyata, MPASI terfortifikasi itu lebih baik daripada membeli MPASI homemade yang tidak terjamin kebersihannya. MPASI yang sudah mendapat predikat terfortifikasi tidak boleh mengandung pengawet, pemanis buatan, perasa sintetis, dan bahan berbahaya lainnya. Selain itu, karena unsur airnya hampir 0%, kemungkinan bakteri untuk tumbuh dan hidup, tidak ada. 


Meski menunya hanya berasal dari satu bahan, MPASI terfortifikasi ini tidak termasuk menu tunggal karena zat gizi penting lainnya telah ditambahkan di dalamnya. Bahan makanannya juga asli. Bila tertulis ikan, maka benar isinya ikan. 


Sedangkan MPASI homemade komersial perlu diperhatikan suhu penyimpanannya karena resiko bahaya kontaminasi bakteri.


Fakta baru lagi, MSG ternyata tidak terbukti secara ilmiah menyebabkan penyakit berbahaya pada manusia. Boleh-boleh saja menjadikannya bumbu dalam masakan asal tidak berlebihan. Masalahnya adalah, apakah kita ingin anak terbiasa makanan dengan rasa gurih atau rasa asli dari bahan makanan tersebut? 

Pemberian wortel, bayam, bit atau lobak dan sawi perlu dihindari untuk bayi dibawah 6 bulan sebab dapat memicu sesak, lemah hingga kejang dan penurunan kesadaran. Hal ini karena sayuran tersebut mengandung nitrat yang tinggi.

Hindari juga masakan yang mengandung telur tidak matang seperti pada mayones dan tiramisu. 

Madu yang banyak manfaatnya juga belum perlu sampai bayi berusia 1 tahun. Kandungan spora bakterinya belum dapat dilawan oleh usus bayi.