Niatnya Apa, Dapatnya Apa - Sosmed

Aku tidak tahu kalau melihat postingan teman di sosmed bisa memutar balikkan moodku seketika. Dalam sepersekian detik, suasana hatiku dipenuhi kelabu, harapan dan semangat yang tadinya ada, hilang tak berbekas.

Awalnya, pikiranku dipenuhi tentang homeschooling. Entah, tak ada angin-hujan-badai, otakku memilih topik homeschooling sebagai pengisi ruang kosong setelah urusan rumah tangga selesai.

Kucoba mencari informasi berharap mendapat pencerahan. Alih-alih tercerahkan, aku justru terlempar di dunia rimba penuh makhluk buas berseliweran, siap memangsa self esteem yang kupunya.

Kukira aku akan selamat karena ya, aku sekarang tidak di fase PMS dan aku juga punya tujuan kok membuka sosmed. Jadi, selingan sedikit nggak papa, kan? Harusnya, melihat story teman itu aman-aman saja... kan?

Dan begitulah akhir ceritanya.

Sekarang aku masih di posisi yang sama sejak 30 menit lalu. Aplikasi jahanam -Chrome-Shopee-WhatsApp- kubuka tutup tanpa henti (sebenarnya mereka sudah kusetel mati setelah 5 menit).

Aku tidak punya energi untuk keluar dari jeratan ini. Harapan dan semangatku tadi, saat otakku pertama kali membisikkan kata homeschooling, hancur lebur bak debu yang berterbangan akibat sebiji postingan teman.

Yassalam.

Maka bersyukurnya aku, alhamdulillah, jari jempolku terpeleset di aplikasi Medium. Kupikir self esteem-ku bakal semakin meradang karena belum menulis apapun disini, ternyata justru menjadi pintu keluar untukku dari lingkaran setan.

Dan, ya, begitulah akhir ceritanya.

Nah, seperti biasa, setelah mendengar kisah penuh hikmah, kita akan bersama-sama memetik hikmahnya untuk dipelajari dan diamalkan.

Yang pertama, jangan menganggap diri kuat perkasa, mampu mengalahkan liarnya rimba sosmed. Bagaimanapun, efek sampingnya lebih mengerikan dari sekedar ketidaktahuan.

Kedua, jika ingin mencari informasi, lebih baik tanyakan langsung ke teman yang punya kredibilitas. Atau minta teman kita saja yang berpetualang di sosmed, biar dia yang babak belur untuk kita.

Tiga, bersiaplah ketika urusan tuntas tak bersisa. Otak tak akan berdiam barang sedetik pun untuk kosong. Lakukan brain dump.

Keempat, yang paling penting, ucapkan bismillah sebelum beraktivitas. Kita selalu berharap Allah menuntun langkah imut ini dan menjaga niat baik tak berbelok seinci pun.

Yang kelima silakan dipetik sendiri.

Lebih lamaTerbaru