Okay, mari menepati janji! Sekarang aku akan melanjutkan list dari postingan ini.
4. Kaki kebas, tak bisa digerakkan
Untuk beberapa waktu, sekitar 15 jam lebih, aku tak dapat merasakan kakiku. Efek biusnya lumayan lama, sehingga pasca operasi aku tak merasakan sakit sedikitpun. Yang menyakitkan justru terpisahnya aku dengan bayiku. Karena kondisinya saat itu gawat janin, bayiku dirawat di ruang inkubator sehari. Syukur alhamdulillah ketemu esoknya. Semalaman aku sulit tidur karena merindukannya.
5. Kateter
Jujur, ini proses yang paling tidak aku sukai. Pemasangan kateter memang tak terasa karena tubuh bagian bawah kita sudah dalam pengaruh bius. Tapi, ketika akan dipindahkan ke ruang rawat inap, kateter harus dilepas. Suster melakukannya dengan gerakan cepat.
Selang yang tadinya tak kusadari keberadaannya, keinginan buang air juga hampa, tiba-tiba aku dapat merasakan eksistensi benda panjang itu ditarik keluar membuat sekujur tubuhku merinding geli. Aneh! Rasanya sungguh aneh sampai aku ingin menangis. ;))
6. Ga bisa bangun, gerakan terbatas
Sudah pasti pasca operasi, bagian tubuh yang dijahit butuh waktu untuk pulih. Kita ga bisa lagi bergerak bebas layaknya orang normal hingga beberapa hari ke depan. Aku, tak sampai sehari, sudah disuruh suster untuk latihan duduk. Dengan penuh semangat kuturuti agar mampu menyusui bayiku.
Tepat ketika pantatku menjadi tumpuan beban, seluruh bagian pinggulku ngiluuu minta ampun. Kontraksi rahim plus luka jahitan yang entah ikut menyakiti tulang panggulku menyebabkan aku mundur teratur. Lebih baik menunggu suntikan anti nyeri lalu kembali bangun.
7. Jangan melepas korset!
Aku tidak tahu bagaimana respon tubuh orang lain. Tapi tubuhku yang awalnya memang kurang darah (Hb 10), sangat tidak disarankan membuka korset di awal-awal lahiran. Bukan saja pasca caesar, setelah lahir normal pun beberapa jam setelahnya tidak boleh dulu membuka korset.
Perut tanpa korset tuh seperti kehilangan pijakan. Darah di kepala mendadak terjun ke perut. Akibatnya, pendengaran hilang, pandangan menggelap, dan nafas mulai menderu sebelum akhirnya hilang kesadaran. Setelah merasakan pingsan, aku tak pernah lagi membuka korset selama 1 minggu lebih. Urusan kebersihan diambil alih oleh tisu basah 😉 yah mau diapa ;))
8. Menahan tawa, keinginan mengedan, bersin dan batuk
Bayangkan hidung sedang gatal luar biasa lalu muncul dorongan untuk bersin sepuasnya. Namun kamu ingat ada jahitan di otot perut. Mau ga mau, kamu harus merelakan kepuasan bersin itu dengan bersin ala lady Inggris. Secukupnya, asal keluar saja. Hiks. Begitu juga dengan tertawa. Lelucon yang aku dengar harus diset di otak menjadi garing. Pokoknya tidak lucu! Daripada jahitan bermasalah, ya lebih baik menahan diri untuk semuanya :((
Sebenarnya masih ada beberapa, tapi kurasa itu saja yang kurang umum dibahas di dunia maya -atau aku kurang jauh mainnya ;))-. Aku tidak menyesal sudah merasakan persalinan caesar, meski perutku harus kukorbankan keestetikannya. Semoga bisa jadi bahan pertimbangan untuk ibu hamil agar mengusahakan lahir normal. Persalinan caesar cukup jadi pilihan saat keadaan darurat saja, karena yakinlah, semua perempuan diberikan Allah kesanggupan untuk lahir normal.

