24 Bulan - Amazing Two has Started


Daya serap anak usia 2 tahun sangat berkembang, sehingga kita mesti berhati-hati dan terus mengingatkan diri, bahwa inilah kesempatan emas untuk membangun generasi dengan pondasi yang kuat melawan kencangnya terpaan ujian di masa depan. 

وَلْيَخْشَ ٱلَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا۟ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَٰفًا خَافُوا۟ عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْيَقُولُوا۟ قَوْلًا سَدِيدًا 

Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.

QS. An Nisaa ayat 9

Ayat ini sebenarnya bercerita tentang seseorang yang sudah mendekati akhir hayat dan akan berwasiat kepada ahli warisnya. Ada juga riwayat yang mengatakan, makna ayat ini ditujukan untuk pengasuh anak yatim, agar memperlakukan mereka dengan baik sebagaimana mereka ingin anak-anak mereka juga diberi perlakuan yang menyenangkan. Tapi bagi ustadz Fauzil Adhim, di bukunya yang saya lupa judulnya, hoho, berkali-kali beliau mengutip ayat ini untuk mengingatkan orangtua agar senantiasa berbuat sesuatu hanya untuk memperoleh ridhoNya, serta menjaga lisan dari perkataan yang tidak benar atau berbohong. 

Kita tahu bahwa anak kecil seringkali mendapat perlakuan tidak adil dari orang dewasa. Mereka menelan bulat-bulat kebohongan yang diciptakan untuk "katanya" menjaga anak mereka dari kemudharatan yang lebih besar. Haduh. Padahal yang mereka lakukan justru lebih besar dari perkara yang akan menimpa anak jika tidak diberitahu dengan kebohongan. Sesuai banget dengan judul diatas. Jadi..... 

Sebelum makin lewat 2 tahun pertamanya, saya harus selesaikan post ini yang udah lama mengendap di draf. Untuk menyimpan catatan perkembangan, apa saja yang Ahnaf lalui dan kuasai selama 1 bulan itu. Meskipun sekarang udah hampir masuk bulan keduanya sih. Oke langsung aja deh, seperti apa Ahnaf di usia 2 tahun? 

1. Just Asking Everything

"Apa itu?" atau "Apa itu ini?" Digunakan terutama saat ia tidak mengetahui suatu objek. Baik yang nyata maupun di buku. Seringnya sih, ya di buku. Apalagi buku baru, banyak tanya dulu baru bisa menyimak isi cerita. Ibu jadi harus khatam duluan sebelum bacain ke Ahnaf. 

Kata "Ah?, Hah?" Nah ini kalau minta penjelasan lebih rinci, haha. Banyak objek yang sudah jelas namanya, tapi pas dikasih tau, anaknya ga ngerti. Diulang-ulang pun belum ngeh. Akhirnya ya dijelaskan fungsi benda tersebut, warnanya apa, atau jumlahnya berapa. 

Selain itu, kalimat ini: "Ummi mau em?" atau "Abi mau ngapain?" Udah jelas ya ini kapan digunakan wkwk. Ahnaf bisa kok menggunakan kalimat sesuai dengan situasi, alhamdulillah

"Manaaa? Dimanaa?" Sering terdengar saat dia menagih sesuatu. Pokoknya ditanyaaaain terus sampai dapat. 😆

2. Hobi Melempar Barang

Ada 4 tahap kemampuan manusia meregulasi emosi. Yang pertama nangis, itu tahapan bayi. Kedua, menggunakan fisik. Ahnaf ada disini sekarang. Ngga cuma melempar, dia juga mulai memukul saat menginginkan sesuatu. Kalau dia seperti ini, saya memintanya untuk tenang, bicara pelan-pelan. "Ahnaf, ummi tidak suka dipukul. Ahnaf bisa bicara pelan-pelan." PR kami agar Ahnaf naik tahapan adalah, tidak adu mulut didepannya, banyak menunjukkan kasih sayang, mempraktikkan inhale-exhale saat emosi, dan menyampaikan ketidakmampuan kita untuk mendampinginya karena kelelahan atau sakit misalnya. 

3. Mengekor

Hahaha. Saya jadi ingat masa kecil saya. Sebagai anak sulung dengan adik berjarak 2 tahun, juga lingkungan tetangga yang anak-anaknya masih kecil, saya sering jadi ketua geng atau bos komplek. Rasanya terhormat gitu ya, wkwk, tapi seringnya, saya merasa terganggu, karena pengen atuh sendirian. 

Kalau Ahnaf ada di posisi mengekor omnya usia SD kelas 6. Apa-apa diikutin. Mau baca buku juga model bukunya mesti sama wkwk. Posisi pun diusahakan mirip. Haha, haduh anakku, siap-siap ya diekorin adik, insyaaAllah. 🤭

4. Mulai Suka Mindahin Posisi Barang

Seriously. Perkara ini mengganggu sekali kalau di rumah orangtua. Soalnya ya, barang-barang itu bukan punya saya dan kakek neneknya tipikal orang bersih dan rapi. Sering tiba-tiba ada tutup toples di dalam lemari pakaian 😭 atau kaus kaki kotor disamping kulkas, huhu. Untungnya saya diberi petunjuk oleh Allah untuk selalu menjadi yang pertama menemukan benda simpanan Ahnaf. Masalah begini alhamdulillah ga bikin saya emosi. Jadi aman-aman aja, asal saya yang jadi penemu pertama, hohoho. 

5. Bisa Menghibur Dirinya Sendiri

Kalau orangtuanya asik main hp di malam hari, Ahnaf juga berusaha cari kesibukan. Sering saya perhatikan apa yang dia lakukan saat kami tidak meladeninya. Main peran dengan boneka beruang, berekspresi di cermin, bongkar kaset radio di laci, mainin bedak, atau yang paling ideal: baca buku. ❤️ Biasanya saya berhenti main hp kalau Ahnaf udah ambil buku. Kesempatan emas untuk menemaninya berliterasi riaaa. 

6. Takut Gelap

Dulu ngga takut sih. Pas masuk 2 tahun, apalagi sekarang, panik banget kalau lampu dimatikan. Meskipun ada lampu tidur, tetep aja dia ga merasa aman. Akhirnya Ahnaf cari ketenangan dengan memegang siku orang yang tidur disampingnya. 

Lampu tetap kami matikan. Kalau pun ngga diizinkan, saya coba sampaikan bahwa, "ini sudah larut malam, kita mesti tidur dan lampu dimatikan. Karena kalau lampu nyala, Ahnaf ga tidur-tidur. Maaf ya, lampunya dimatikan. Tik." Walaupun jawabannya tetap ngga, kami ngotot matiin lampu. Maaf ya nak. 

7. Tak Lepas dari Susu Dot 

Dalam sehari, bisa 5 kali Ahnaf minum susu. Bangun tidur, waktu dzuhur, asar, sebelum tidur 2 kali dan tengah malam. Kalau berpergian mesti stok lagi. Sedihnya, dia jadi malas makan nasi, huhu. Kata neneknya, porsi makan seusia Ahnaf itu mesti 1 sendok nasi. Ini 5 sendok makan udah ya Allah, bersyukur banget. 

8. Kosakatanya Unexpectable

Betul! Sebagian besar kata yang dilontarkan, saya merasa tidak pernah menyebutkannya. Kemungkinan dia dengar dari anggota keluarga di lingkaran 1 dan 2. Yang berarti, semua kata yang ia dengar, disimpan baik oleh Ahnaf. MasyaAllah. Semoga saya ga banyak salah bicara didepannya. 🤧 Habislah hamba jika tiba-tiba ada kata kurang baik yang keluar dari mulutnya. 

Hmm. Sepertinya itu saja untuk milestone-nya di tahun kedua. Banyak kan, ya? Banyak dong. Soalnya baru sekarang saya catat perkembangan Ahnaf. Kalau dari dulu disusun, pasti lebih sedikit daftarnya. Ini aja mau kutambahin, tapi sudah masuk di bulan selanjutnya insyaaAllah. Oke, sekian milestone perdana dari Ahnaf hamba Allah yang taat dan baik hati. 🤭 Aamiin. 

Back to Top