Apa yang harus kutulis jika membaca buku saja tidak pernah selama bulan ini? Oke, aku sebenarnya masih membaca tapi tak ada satupun buku yang tuntas. Semuanya sampai halaman belasan saja dan sulit bagiku untuk kembali membacanya karena lupa.
Apa karena itukah aku jadi tidak bisa menulis?
Kurasa tidak. Banyak beban mental yang kualami bulan ini. Selain itu, aku baru saja ketahuan kena anemia setelah hampir pingsan kemarin.
Menurutku masuk akal bila aku tak bisa menulis karena anemia haha. Alasan -_-. Ya karena otak butuh supply oksigen yang cukup kan? Sementara aku akhir-akhir ini seluruh potensiku sudah kucurahkan untuk mengkhawatirkan masa depan.
Menyedihkan memang.
Kenapa aku bertingkah seperti Tuhan? Astaghfirullah wa atuubu ilaihi. Aku ini cuma manusia, ya harusnya sadar masa depan itu bukan wilayahku sama sekali.
Aku hanya bisa mengendalikan apa yang terjadi sekarang, di hadapanku, jadi memang sepantasnya aku tidak membiarkan diri tenggelam dalam kubangan overthinking.
Gara-gara dia aku jadi nggak produktif sama sekali, huhu.
Sungguh aku ingin menjalankan kebiasaan menulis setiap hari ini. Tapi tantangannya luar biasa juga. Malam menjelang tidur sudah ngantuk duluan. Siang setelah atau sebelum tidur pun aku tak punya ide mau nulis apa. Ngantuk terus!
Bukan hal aneh tentunya. Dengan kondisi kurang darah, kantuk jadi cara tubuh untuk menghemat penggunaan energi. Mulai kemarin aku sudah mengonsumsi tablet tambah darah + vitamin C. Semoga beberapa waktu ke depan insyaallah, tubuhku sudah kembali normal.
Ketika darah saat menstruasi banyak yang keluar, harusnya tablet tambah darah jadi teman setia. Begitu juga saat menyusui terutama bila jarang mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi: daging, sayur berwarna hijau gelap, juga yang mengandung vitamin C. Sayangnya, aku tidak memperhatikan itu.
Kupikir tidak akan ada yang terjadi bila aku tetap seperti ini. Makan sekedarnya, minum sesempatnya, kurang tidur namun aktivitas padat dan masih menyusui. Patut saja otakku minta reset. Pantaslah pula setiap kali kena kasur, aku pengen tidur haha.
Jadi, inti dari tulisan ini adalah, biarkan aku memulai kembali. Aku tak mengerti bagaimana aku masih bisa menulis di saat kantuk mendera. Terasa amat kacau memang tapi melangkah terseok-seok lebih baik dari berdiam di balik garis start sambil membayangkan kesempurnaan.

