Awal Mula Turunnya Surah Al Kautsar

Kehilangan yang paling sulit dibayangkan adalah kehilangan anak, terlebih bagi seseorang yang sudah tidak memiliki siapa-siapa lagi. Maka ketika Rasulullah dikaruniai anak, dia akan menghargai hubungan ini. 

Ingatlah bahwa Rasulullah kehilangan hubungan dengan ibu dan ayahnya sejak kecil. Karena itulah ketika ia memiliki anak, ia pastikan anaknya mendapat kasih sayang terbaik. Rasulullah akan berikan apa yang tidak ia dapatkan. 

Namun, apa yang terjadi pada anak dari Rasulullahﷺ? Anak laki-lakinya wafat, meninggal pada saat bayi. Ini adalah salah satu peristiwa paling menyedihkan dalam hidup Rasulullahﷺ.

Saat anak laki-lakinya wafat, ada kesedihan di dalam rumah, kesedihan yang meliputi keluarganya. Disaat seperti ini, bahkan sulit untuk berbicara dengan orang lain. Tapi masalahnya adalah, Rasulullah bertetangga, bersebelahan dengan Abu Lahab, salah satu musuh terburuk dalam Islam. 

Rumah pada masa itu tidak seperti rumah kita sekarang, yang terpisah jarak dengan rumah tetangga. Di zaman dahulu, kita dan tetangga saling berbagi menggunakan dinding yang sama. 

Pertama, dinding rumah saat itu sangat tipis, dan kedua, ada halaman terbuka di depan rumah. Dengan kata lain, halaman depan rumah dibawah matahari itu adalah ruang keluarga, ruang keluarga dibawah sinar matahari dan tidak beratap. 

Bila kita tinggal di rumah seperti itu dan memiliki tetangga yang hanya dipisahkan oleh satu dinding, maka kita pasti bisa saling mendengar apa yang terjadi di kedua sisi. Tidak banyak privasi yang bisa dijaga. 

Saat kabar bahwa anak Rasulullah telah wafat, beritanya akan terdengar di rumah Abu Lahab. Meskipun dia paman Nabi, kita bisa mendengar dia tertawa, kita bisa mendengar dia sangat gembira saat Rasulullah memegang anaknya yang wafat. Kita bisa mendengar dia mengatakan, “Batara Muhammad, batara Muhammad”.

Begitu bahagianya hingga ia berlari keluar rumah sambil berteriak di jalanan, “Nama Muhammmad tidak akan berlanjut, tidak akan ada yang meneruskan namanya!” Kita ketahui bersama kalau anak perempuan tidak membawa nama kita, garis keturunan anak perempuan akan ikut dengan suaminya. Tapi nama belakang kita akan diteruskan oleh anak laki-laki kita. Maka dia sangat bahagia karena tidak akan ada yang meneruskan nama Muhammad, dan dia mengatakannya dengan sangat keras. 

Ini penting untuk diketahui, karena dibalik peristiwa yang luar biasa menyedihkan ini, Allah menurunkan surah Al Kautsar.
Back to Top