Al-Qur'an diturunkan di Waktu yang Tepat

Al-Qur'an itu ada untuk membimbing perbuatan kita, Al-Qur'an bukan hanya membimbing jiwa, bukan pula hanya untuk membimbing kita tentang halal dan haram  tapi Al-Qur'an itu ada untuk membimbing emosi kita, kesedihan kita untuk kembali bahagia, kemarahan kita untuk kembali tenang, dan untuk membimbing perasaan kita “ وَمَن يُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ" Surah Ath-Thagabun ayat 11. “Barangsiapa yang beriman kepada Allah, Allah akan memberi petunjuk pada hatinya”. 

Apapun yang ada di dalam hatinya, jika ada kecemburuan, maka Al Quran akan membimbing kita untuk tidak lagi cemburu, jika ada keserakahan, Al Quran akan membimbing kita untuk menjadi dermawan. 

Rasulullah saw saat ini diliputi dengan kesedihan, dan saat Al Quran turun kepadanya, ia mengangkat kepalanya dan kemudian terlihat senyuman dari Rasulullah saw. Beginilah seharusnya efek dari Al Quran terhadap hati orang beriman. Lalu apa kata-kata yang kemudian dapat merubah kesedihan yang luar biasa menjadi keadaan yang gembira.

Penting untuk  dicatat karena akan sangat jarang sekali kita berada dalam kondisi menyakitkan yang dialami Rasulullah saw. Allah menaruh beliau saw berada dalam keadaan yang luar biasa menyakitkan dan kemudian memberi surat ini, dan surat ini tidak hanya diturunkan bagi Rasulullah saw. 

Al-Qur'an ini adalah karunia bagi seluruh manusia dan yang pertama kali menerima karunia ini adalah umat yang beriman. Allah bisa saja memberikan sebuah kitab, semua surat sudah tertulis dan tercetak, tapi Allah memutuskan, “Al Quran telah kami bagi-bagi dan Kami turunkan kepada manusia di saat yang paling tepat." Itulah yang dikatakan Allah, ada cara bagaimana Al Quran ini diturunkan. 

Maka surah yang sangat pendek ini yang dibaca semua orang tidaklah murah. Kita sering membacanya di waktu kita sedang terburu-buru, kita membacanya karena ingin segera mengerjakan yang lain. Tapi surah ini... Rasulullah saw membayar dengan biaya yang mahal untuk menerima surah ini. 

Tidak diterima dengan mudah, kata-kata dalam surah ini tidak gratis, kita yang menikmatinya secara gratis. Tapi saat kita menghubungkannya dengan apa yang terjadi, senyuman Rasulullah saw itu, barulah kita bisa menyadari kekuatan surah ini dalam hidup, apa yang bisa ia lakukan untuk hidupku. 

Kesedihkan, duka, stress, dan beban yang terkubur di dalam diri ktu semua bisa dihilangkan hanya karena diberikannya kata-kata ini. Allah menghibur kita dan itu menjadi hal yang berbeda, tidak bisa kita bandingkan. Itulah yang Allah lakukan ketika Dia berfirman, “innaa ‘a’thainaa kal kautsar.” Tidak ada keraguan, kami telah memberikan kepadamu al Kautsar.
Back to Top