Sikap yang Allah Inginkan Ketika Diterpa Masalah (Bagian 1)

LDR lagi. Huhuhu. Setahun yang indah tak terasa, meskipun sepanjang waktu itu aku terus terbayang bagaimana nanti bila kami LDR lagi. 

Menghadapi Masalah

Sungguh dibalik musibah selalu ada nikmat yang Allah siapkan. Karena pandemi, mahasiswa Madinah tertahan di posisinya masing-masing. Mereka tetap kuliah, tapi offline. Kemudian di semester berikutnya, pihak kampus memutuskan untuk memberi cuti bagi semua mahasiswa Madinah :) 

Saat itu adalah waktu yang paling berharga. Tentu saja karena peranku sebagai istri akhirnya berfungsi :) setelah 8 bulan lebih kami LDR. 😭 Semoga Allah menyatukan kami lagi dalam kebaikan di kota Madinah bulan Mei tahun depan insyaaAllah. Aamiin allahumma aamiin. 

Dan sekarang, kembali lagi ujian itu Allah datangkan sebagai bentuk kasih sayangNya pada kami. Ketika mengalami musibah kehilangan seorang anak, kami berdua benar-benar dalam hubungan yang 'ideal'. Menurutku saja tentunya. Karena ternyata tak cukup sebulan, Allah menakdirkan kami untuk terpisah oleh jarak. 

Sebuah bukti bahwa Allah tidak ingin ada cinta yang lebih besar ditujukan kepada selainNya. Berkali-kali sejak LDR kami jalani kembali, aku selalu terjebak kesalah pahaman yang sumbernya selalu saja berasal dari 'tumpahan sampah' hatiku sendiri. Aku selalu mengungkapkan perasaanku. Dan seringnya, perasaan negatif yang kualami dipandang mesti dibersihkan segera.

Kalau begitu, apa yang harus kulakukan? 

Tidaklah ujian itu datang tanpa kebaikan didalamnya. Jadi yang perlu kulakukan adalah:

1. Mencari pesan cinta dari Allah
Tepat sebelum aku berniat membalas pesan si dia, aku tanpa tujuan dan minat membaca, terdampar di grup Grow Up Mom. Hari ini bahasannya tentang Temptation. Ujian dan bagaimana upaya manusia beriman ketika disapa manis oleh masalah. 

Umma Karlina mengatakan, saat masalah datang, itu berarti ada pesan cinta dari Allah sang Raja, yang khusus Ia kirimkan langsung untuk kita. Maka sebelum mencak-mencak dan ingin menyadarkan orang lain, tenangkanlah pikiran. 

Sebab ternyata, kita ini sedang mendapat PESAN LANGSUNG DARI ALLAH. Artinya, apa? Tentu saja Allah ingin kita MEMBACA PESAN ITU. Membaca apa yang Allah inginkan dari kita melalui masalah tersebut. 

Mengambil mutiara termahal tidak pernah di pinggir pantai. Tempatnya selalu dalam dan gelap. Seperti mengambil hikmah dalam masalah. Sebesar apa masalah, jika sabar dan pasrah menjadi respon pertama dari kita, akan kita temukan pesan mahal itu dariNya. Yang pasti tidak ingin kamu tukar dengan dunia dan isinya. 

Siapakah yang menginginkan rasa cinta pada Allah ditukar dengan dunia???? Ini lah hadiah untuk siapa saja yang berhasil memperoleh pesan cinta dari Allah. Jadi yang pertama, bersyukurlah, sebab Allah telah mengirimkanmu pesan spesial. Dan nikmati. Resapi pencarian pesan cintaNya dengan hati yang penuh kepasrahan pada sang Pengirim, yang tak pernah menginginkan keburukan untuk hambaNya.

Masih ada 2 cara. >< Aku memisahkannya agar tulisan ini tidak membebani dengan jumlah kata. Baca lanjutannya disini, ya!

Evening,
Bulukumba.
Back to Top