Kehamilan 6 Bulan - Keputihan Hijau

 



Track perkembangan kehamilan nih. Seperti yang disebutkan di judul, sekarang kehamilanku sedang berjalan di bulan ke-6. Highlightnya, keputihan yang berwarna hijau. Kalau dari awal aku catat perkembangannya, mungkin ini bakal muncul terus di setiap post. 🤧

Omong-omong tak terasa, ya. Ada banyak hal yang terjadi terutama di tahun pandemi, dan kehamilanku sekarang tidak seheboh yang pertama. Dulu, waktu hamil Ahnaf, tiap bulan yang dilewati pasti mengalami mual dan ngidam. Aku ga tahan banget sama jalan raya, polusi, rumah makan, dan mie instan. Bawaannya pusing, memancing perut bergejolak. Sekarang alhamdulillah, atas pertolonganNya aku tidak mengalami ngidam mulai trimester kedua. Semuanya kulahap, pekerjaan apapun bisa kulakukan sendiri. Benarlah teori itu, hanya kehamilan pertama wanita diperlakukan seperti Ratu. Yang selanjutnya... 🤭

Mungkin itu juga ya hikmahnya Allah meniadakan ngidam, aku jadi mudah beraktivitas melayani suami dan memfasilitasi anak bermain. Juga pengurusan tugas akhir yang RUPANYA, membutuhkan effort besar untuk diselesaikan. Urgh, begitulah. Meski tidak diperlakukan istimewa, rasa syukur tetap melingkupi karena banyaaak kemudahan yang aku dapatkan di kehamilan kali ini. Semoga Allah mudahkan pula persalinanku di awal bulan Oktober ditemani suami dan kedua orangtuaku, aamiin... 

Eh, jadi perkembangan kehamilanku di bulan ke-6 ini, aku mengalami perubahan yang normal dan beberapa lagi tidak wajar dan harus mendapat perawatan dari dokter. Kurang mengenakkan sih sebenarnya untuk dibahas. Tapi karena kebutuhan untuk berbagi pengalaman, serta kurangnya blog pribadi yang membahas keputihan saat hamil, aku akan menceritakannya disini. 

1. Keputihan Berwarna Hijau

Ehem. Ga usah dibayangin deh ya, hahaha. Pokoknya, itu jadi bahasan utama antara aku dengan dokter kandungan sejak awal kehamilan. Sebab, sudah 2 kali treatment diberikan dengan memasukkan pil ke dalam jalur persalinan, tetap tidak membuahkan hasil permanen. 

Sempat setelah 7 hari berturut-turut ketika obat itu masuk sebelum tidur, keputihanku kembali normal. Putih tanpa noda. Namun, 2 hari kemudian saat aku terkena flu dan demam, warna hijau kembali menyeruak. Kemungkinan yang diperkirakan dokter, penyebab kembalinya keputihan abnormal itu karena melakukan HB alias berhubungan. Mestinyaaa, HB dilakukan setelah 2 pekan pemakaian obat untuk memastikan bakteri tidak ada di tubuh pasangan. 

Dokter kemudian meresepkanku banyak obat yang totalnya hampir sejuta. Sampai sekarang belum aku tebus kecuali fladystin si pil dalam yang dimasukkan ke jalur persalinan. Selain biayanya terjangkau (sekitar Rp 20.000 per pil) aku memutuskan untuk periksa lab dulu. 

Pengalaman ibuku juga banyak mempengaruhiku. Beliau saat hamil adikku yang terakhir, juga mengalami keputihan yang sama, hijau dan gatal-gatal. Tapi atas pertolonganNya, adikku lahir normal, malah di rumah doang dibantu seorang bidan. 

2. Gerakan Janin yang Aktif

Alhamdulillah bini'matihi tathimmusshaalihaat. Janinku rajin bergerak. Sering kurasakan ia menggeliat di dalam. Atau seperti sekarang, meninju-ninju.  MasyaAllah, semakin tak sabar ingin bertemu denganmu, nak. Gerakannya ini terasa saat menjelang tidur, bangun tidur di waktu subuh, dan saat aku duduk tenang mengerjakan skripsi, haha. 

3. Mulai Mengalami Kram Betis

Meskipun tidak sesering ketika hamil Ahnaf, tetap terasa tak nyaman saat otot betis menegang. Biasanya muncul ketika bangun pagi, auto melek saking panik dan sakitnya, haha. Cara aku mengatasi rasa sakitnya dengan meluruskan kaki, dan menekuk kedalam telapak kaki. Atau bila tidak mempan, kaki yang kram ditinggikan sejajar dengan dada, lutut dipeluk, kemudian tekuk telapak kaki ke bawah. 


4. Perut Ketat

Oh MasyaAllah, haha. Ini yang kerasa banget perjuangannya. Tidak sanggup hamba berdiri terlalu lama, apalagi setelah makan. Pusing. Hidung pun terasa aneh saat mengambil nafas, dan denyut jantung lebih cepat dari biasanya. 

Temanku yang sudah beranak dua cukup terkejut saat kami bertemu pertama kali. Dilihatnya perutku menonjol sekali. 😂 Entahlah apa karena pengaruh posisi janin, otot perut yang lemah (huhu), kulit yang tipis, atau karena janinku berjenis kelamin perempuan, ohoho. 

5. Emosian

Yaelah. Bawaannya mau makan orang tiap lihat kelakuan manja, ga produktif, dan lelet atau lambat loading. Aku kalau udah dihadapkan orang seperti ini, segera melipir sebelum keluar uneg-uneg di hati. Kalaupun harus kuhadapi, yaudah, sini kita berlomba siapa yang lebih mampu bertahan ga emosi (endingnya gue juga yang meledak). 😓

Aku jadi ga nyaman banget saat melewati hari tanpa melakukan sesuatu yang bermanfaat. Mungkin yaaaah, aamiinin aja deh, anakku di dalam, bakal jadi manusia super yang banyak memberikan manfaat untuk agamanya. MasyaAllah, aamiin. 

Soalnya yak, haha, waktu hamil Ahnaf dulu, aku sabar bangettt. Dan Ahnaf sekarang bisa kusebut sebagai anak yang sabar. Panas, lapar, haus, dan ngantuk tidak membuatnya cepat tantrum. Keempat hal itu membuatku mudah membawanya ke kampus untuk kuliah. Ah, Allah memang tahu yang terbaik untuk hambaNya. 

Akhirnya! Selesai juga list untuk akhir trimester kedua ini. Tiada pertolongan selain dari Allah, dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan dan perlindungan...

Back to Top