Sistem yang Cocok untuk Ibu Baru yang Sering Overwhelmed

Ehem. Sebenarnya aku bukan ibu baru. Anak pertamaku sudah berusia 6 tahun Juni ini insyaallah. Tapi karena sudah lama sejak terakhir kali punya bayi, jujur, aku merasa menjadi ibu baru lagi.
Karena sudah lama tak punya bayi, aku merasa masih mampu untuk membuat target-target pribadi. Ya, aku tidak mau berjalan tanpa arah alias tak punya cita-cita. Aku juga tidak mau hadir di dunia ini menjadi seorang yang bukan siapa-siapa. Meski tidak di hadapan manusia, semestinya aku punya sesuatu untuk dibanggakan depan penciptaku, Allah azza wa jalla.
Karena itulah aku masih menulis resolusi. Tentu dengan banyak penyesuaian karena aku sadar sepenuhnya, memiliki bayi berarti waktu untuk diri sendiri nyaris tidak ada. Sayangnya, realitas tidak semulus itu. 
Dengan banyak goals yang sudah kurampingkan, tidak mengubah kenyataan bahwa aku masih menjalani hari dengan overwhelmed alias mumet. Bahkan menggunakan sistem to do list masih belum bisa membuatku tenang karena selalu saja ada kotak kosong di akhir hari. 
Melihat banyaknya tanda silang di daftar to do sudah membuatku lelah mental. Apalagi ditambah checklist habit. Ampun. Hampir semuanya tidak ada yang beruntun. Pokoknya adaaa saja yang kosong di tengah-tengah. Seperti hasil ujian yang tidak memuaskan.
Bayangkan tiap hari seperti ini. Bagaimana aku tidak merasa seperti orang gagal? 
Akhirnya, dengan perasaan bersalah + lelah + kalah, aku mencari sesuatu yang dapat menyenangkan hatiku seketika.
Yap, apa lagi kalau bukan gadget.
Setiap malam, setelah semua makhluk di rumah tertidur, aku justru terjaga. Entah menulis seperti sekarang ini, scrolling sosmed, nonton YouTube atau cuci mata di e-commerce. Seperti yang sudah bisa kita sangka, aku tidur larut malam dan bangun terlambat. Kalaupun bangun cepat, aku masih stay di kasur berleha-leha.
Astaghfirullah al adzim. Hiks.
Bagaimana mau semangat menjalani hari kalau sedari awal aku sudah tidak tahu mau ngapain? Bukan karena tidak ada kerjaan (ya ampun. Kapan terakhir kali aku nggak ada kerjaan?), tapi terlalu banyak hal yang harus dibereskan sampai aku tidak tahu harus mulai dari mana.
Ada checklist routine yang berkali-kali menerorku dengan notifnya yang unyu, checklist obat yang kusetel awal pagi, dan tentu saja bayi yang minta menyusu tiap kali waktu azan berkumandang. Belum lagi kewajiban yang menunggu untuk diselesaikan. Huft. Lelah duluan aku memikirkannya.
Karena itu! Sebagai bentuk revolusi untuk mengakhiri kekerasan pada diri sendiri, aku memutuskan untuk melakukan perombakan besar-besaran pada sistem goalsku. Paling pertama tentu menghapus semua aplikasi checklist
Aku sadar, lingkaran setan ini bermula dari ekspektasi yang tidak sesuai dengan kenyataan. Model checklist habit dan rutinitas berantai hanya membuatku merasa gagal menjadi seorang manusia. Untuk itu, langkah pertama agar aku kembali bersemangat adalah menjadikan diriku seorang pemenang di akhir hari. 
Aku tidak lagi bergantung pada aplikasi habit tracker dan routinery (silakan di-cek aplikasinya di Play Store atau AppStore). Sekarang aku kembali ke setelan awal, menggunakan Notion sebagai pengganti journaling, sebab tak mungkin rutin menulis di buku saat ada bayi ASI ekslusif.
Sistemnya sederhana, sangat ramah pada ibu yang sering kali keras dan banyak tuntutan. Aku cukup membuat target mingguan dengan judul weekly focus berdasarkan apa yang hendak aku capai di bulan itu. 
Jangan banyak-banyak!
Intinya adalah membuat diri kita merasa menang setiap hari meski harus berjalan lambat. Lebih baik lambat tapi sampai tujuan dengan selamat kan?
Cukup 4 tujuan saja yang benar-benar mudah!
Misal, kalau biasanya saat masih 'single' kita buat target workout tiap hari 15 menit, sekarang buat lebih mudah, 1 kali sehari minimal 5 menit. 
Untuk to do list harian, ganti dengan 3 jadwal inti + bonus. Jadwal inti berisi hal-hal yang memang perlu dan bisa dikerjakan dengan tuntas. Contoh paling mudahnya, masak sayur buat resolusi sehat sekeluarga. Sedangkan 'jadwal bonus' adalah 'hadiah' bila ada waktu luang. Diceklis atau tidak nggak masalah, selama jadwal inti berhasil kita lakukan, kita sudah memenangkan hari itu. Yey!
Nah, di akhir hari kita bisa mencatat keberhasilan kecil sebagai ganti habit tracker. Kalimatnya boleh seperti ini, Alhamdulillah terimakasih ya Allah, hari ini aku sempat untuk:
✅ Dzikir pagi
✅ Masak sayur
✅ Workout 5 menit
Lebih enak dan realistis kan?