Sebelum menikah, pastikan kamu sudah dapat menjawab banyak pertanyaan ini.
Pertama, apa tujuanmu menikah? Untuk alasan apakah kamu memilih untuk mengikat diri pada seseorang yang belum kamu kenal?
Kedua, apakah calonmu itu sudah tahu arah rumah tangga yang akan dibangun? Melalui pernikahan, apa yang hendak dia capai?
Ketiga, siapkah dia untuk terus belajar? Apakah dia adalah tipe orang yang cepat merasa puas dengan ilmunya atau justru diberkahi sebagai seorang pembelajar seumur hidup?
Keempat, bagaimana shalatnya? Dimana dia shalat? Rumah? Masjid? Jika di masjid apakah dia segera berangkat ketika mendengar azan atau justru menunggu Iqamah baru bergerak?
Kelima, apa tujuan memiliki anak? Sekedar memperoleh keturunan atau ada tujuan pasti yang hendak dicapai?
Keenam, siapakah yang berhak mengatur urusan rumah tangga dan pendidikan anak? Apakah hanya istri saja atau dia bersedia untuk terlibat aktif?
Ketujuh, bagaimana dia ketika emosi? Banting pintu? Lempar lembing? Lompat jauh? Lari maraton? Atau justru sembunyi dalam gua?
Kedelapan, istri seperti apa yang dia harapkan? Bidadari kah? Manusia? Atau justru syaitan wal iyadzubillah.
Kesembilan, tanyakan bagaimana dia menghadapi seorang wanita yang hidupnya berada dalam roller coaster. Beritahu dia bagaimana dirimu saat sebelum PMS, ketika PMS, saat menstruasi dan setelahnya. Apa dia siap menghadapi 4 musimmu?
Kesepuluh, bagaimana hubungan dia dengan orangtua dan saudaranya? Apakah dia dapat diandalkan atau justru menjadi beban keluarga?
Kesebelas, bagaimana pengetahuannya tentang keuangan? Apa dia tipe yang transparan dalam melaporkan gajinya? Apakah istri harus membuat laporan belanja tiap bulan? Apa dia punya hutang? Atau bahkan pinjol? Pastikan untuk melakukan Bi Checking sekalian biar lebih pasti dan aman. Kita tahu masalah rumah tangga nomor 1 seringkali dipicu oleh uang.
Kedua belas, bagaimana dia menghadapi kegagalan? Menyerahkan hidupnya pada istrinya atau mampu kembali bangkit untuk menghidupi keluarga?
Ketiga belas, bagaimana dia menjaga kehormatannya saat jauh dari dirimu? Apa dia tipe bunga bangkai yang menyebarkan bau busuknya kemana-mana? Ehem, tolong ganti kalimatku itu menjadi lebih sopan di telinga calonmu.
Keempat belas, apa yang membuatnya merasa dicintai dan dihargai? Ini untuk memperoleh informasi apakah dia tahu bahasa cintanya atau tidak. Jika tak tahu, silakan lakukan kuis kilat bersama.
Kelima belas, bagaimana dia menyikapi perbedaan? Tanyakan saja siapa presiden yang dia pilih pada periode 2025-2029. Kalau pilihannya oke gas oke gas, segera selamatkan dirimu dan jangan pernah berbalik.
Keenam belas, coba tanyakan ke orang tempat dia curhat. Apakah dia punya masalah besar atau trauma? Sekedar untuk mengenali dirinya lebih jauh agar kamu siap menghadapi perilakunya yang diwarnai trauma tersebut. Atau bisa juga kamu tanyakan ke dia masa kecilnya dengan jujur.
Ketujuh belas, siapa idolanya? Semoga bukan artis entertainment atau influencer. Menyedihkan jika idolanya adalah sosok manusia yang belum jelas peristirahatannya dimana, surga atau neraka.
Kedelapan belas, bagaimana dia memaknai hubungan suami istri? Apakah istri harus mencium kakinya setiap dia kembali kerja?
Kesembilan belas, apa yang dia lakukan saat bosan dalam rumah tangga? Lari ke cafe minum air keran sambil melirik yang bukan mahram atau berinisiatif untuk membangkitkan suasana menyenangkan dalam rumah?
Keduapuluh, pertanyaan untuk dirimu sendiri. Apakah kamu masih bisa saling mencintai saat ekspektasi tidak terpenuhi? Apa yang tidak akan pernah kamu toleransi?
Nah sekian 20 pertanyaan untuk persiapanmu masuk ke kapal nakhoda yang tidak kamu kenal. Jangan lupa untuk membuat perjanjian tertulis di hadapan notaris untuk hal-hal yang tidak bisa kamu tolerir tadi. Dengan peta dan surat perjanjian, semoga Allah menyampaikan kalian ke tujuan dengan menurunkan rahmatNya di sepanjang perjalanan.
